Pagi tadi kabut disekitar rumah memberikan rasa seperti ethereal scene. Apalagi rumah ini dikelilingi pepohonan dan lahan luas. Mengingatkanku pada kampung halaman, Toba Holbung. Disana aku lahir dan tumbuh diantara alam dan keheningan yang sekarang tak lagi serupa warna dan wanginya. Alam kedua tempat ini memang berbeda, tetapi kadang-kadang ada saja hal yang membuat kita merindukan tempat dimana hati kita pernah menyebut tempat tersebut rumah. This is the backyard view in the fog Orang-orang disana berjuang dari matahari terbit hingga matahari tenggelam demi mencukupi kehidupan sehari-hari. Segala bentuk aktivitas sangat bernilai. Mengumpulkan kayu kering dan menjunjungnya pulang dikepala, memetik buah harimonting dari hutan sehingga bisa dikeringkan dan dijual, menanam padi sendiri dan membantu petani lain, menanam jahe, jagung, kacang, tomat, cabai dan seterusnya, menjual ikan, memanen padi sendiri dan orang lain, dan berlanjut sampai seterusnya dan setiap hari.....