Harapan baik

Hari ini ulang tahun mama. Dari kejauhan anak-anaknya bisa melihat perayaan kecil melalui telepon video dirumah tante. Setidaknya semua orang tersenyum hari ini dan itu cukup. Kebahagian sederhana seperti itu membuat hangat dihati, bak meneguk rasa puas. Doa dan hadiah kecil sebagai pelengkap ketidakhadiran kami.

Sudah sebulan lebih aku tidak punya kegiatan. Aku berhenti les menari karena pelatihnya kurang mengayomi semua peserta. Atau mungkin aku sendiri yang merasa asing. Entahlah, aku hanya merasa tidak nyaman berada di kelas. Walaupun Rikard sudah bersedia ikut menari juga, tapi dia juga merasa kurang berkembang disana. Kelas bahasa Swedia juga berlalu dengan cepat, aku lulus dalam waktu 6 minggu. Sekarang aku menunggu ke tingkat selanjutnya, Svenska 1 namanya, supaya bisa lanjut ambil pendidikan Dental Hygienist. Walaupun harus ambil mata pelajaran Matematika, IPA, dan Bahasa Inggris, aku rasa aku siap untuk berjuang lagi. Mencari pekerjaan itu gak terlalu mudah, jadi aku fokus untuk belajar saja dulu. 

Aku ingin memperbaiki diri setiap hari tapi sulit. Motivasi yang kurang atau mungkin karena tidak ada dorongan penunjang, seperti paksaan yang mendesak. Ujung-ujungnya malas. Pada akhirnya keinginan-keinginan itu terbengkalai. Menghujani diri dengan keinginan sebaik apapun, kalau tidak ada pelaksanaannya, sama saja tidak akan terjadi apa-apa. 

Rikard juga sering mengingatkanku untuk berolahraga lebih sering, tapi aku yang tidak melakukan apa-apa dirumah tidak bisa mencapai satu goal pun. Aku butuh komitmen yang kuat terhadap diri sendiri, terhadap kebaikan kesehatanku, tanggung jawabku terhadap tubuhku. 

Semoga mulai hari ini, segala hal baik yang ingin ku capai bisa terwujud. 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Memaafkan tanpa melupakan

A world full of wonders

Permulaan