Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2023

Perundungan (Bullying)

 Akhir-akhir ini teman baikku sering mengalami perundungan sehingga dia sering merasa rendah diri. Untuk orang-orang seperti dia dan seperti aku, hal-hal kecil bisa berarti besar dan dipikirkan berhari-hari. Terkadang bisa melukai hati dan menangis ujungnya..  Rendah diri sebenarnya bisa melukai seseorang karena seseorang tersebut tidak memiliki perlindungan diri yang kuat, tidak mampu membela diri sendiri dari omongan dan pelecehan orang yang mem- bully . Aku dan temanku mungkin memiliki trauma masa kecil yang serupa. Dulu masa kecilnya sering mengalami rundung dari orang-orang disekelilingnya, begitu juga dengan masa kecilku.  "Kamu jelek!", "kamu kurus!", "kamu miskin!". Kata-kata yang sering mengecilkan diri menjadi berakar didalam diri hingga usia dewasa sekarang. Aku mulai belajar untuk menghargai diri sendiri sejak aku menemukan suami. Dia orang yang selalu menghargai dan mengajari untuk selalu tahu menjunjung nilai-nilai yang kumiliki.  Untuk teman...

Perubahan

Belakangan ini aku sering sakit. Mungkin imun tubuh lagi lemah dan pergantian cuaca mempengaruhi mood dan pikiran juga. Kalau musim bisa menggambarkan perasaan dan keadaan, mungkin musim dingin yang abu-abu, dingin menusuk tulang-tulang, dan sunyi yang membungkam kata-kata.  Ada hari-hari terlalui dengan tawa, ada hari berlalu dengan tangis, dan ada hari berlalu penuh pembelajaran. Banyak pahit tapi sangat banyak manis dipenutup hari. Selalu ada seseorang yang mendukung dan menyemangati di hari-hari yang kelabu. Aku tahu dia sangat mencintaiku dengan sepenuh hati.  Sudah setahun berlalu, banyak hal yang harus aku pelajari selama hidup disini. Dari belajar bahasa, kebiasaan, dan budaya didunia sehari-hari dan dunia profesional. Sebenarnya kadang-kadang aku merasa tidak sanggup menjalani hari-hari saat aku depresi. Terbesit dipikiran hal-hal tentang hidup, tentang menjadi seorang perempuan dan tentang menjadi manusia. Pertanyaan tentang arti hidup dan apa yang dapat kulakukan un...

Itik Buruk Rupa (The Ugly Duckling)

Gambar
Terlahir sebagai seorang perempuan bagaikan sebuah dosa. Fisikku tidak kuat, kecil dan kurus. Tidak rupawan seperti saudara-saudaranya yang lain, begitu kata orang-orang. Definisi cantik itu seperti apa?  Setiap pagi aku berlari kencang ke sekolah  tanpa sepatu naik turun dakian, dengan rambut pendek dan tas bekas dari kakak. Orang-orang tertawa dan menunjukkan jari-jarinya ke wajahku. "Jelek! " kata orang-orang. Aku tidak berbicara banyak, tidak suka mengeluarkan kata-kata hanya untuk melukai orang lain atau hanya sekedar membalas omongan jelek. Kakakku selalu melindungiku waktu itu.  Setiap kali tamu-tamu berkumpul dan menyalami orang tuaku, setiap kali mereka datang, "roa ma ho (jelek sekali kamu)" seru mereka lagi dan lagi membandingkanku dengan saudara-saudaraku.  7 tahun hidup sebagai seorang perempuan dikampung membuatku takut akan manusia. Gadis kecil itu selalu sembunyi dibelakang ibu, agar tak ada seorang pun melihatnya. Begitu caranya mempelajari duni...

Permulaan

Pagi tadi kabut disekitar rumah memberikan rasa seperti ethereal scene. Apalagi rumah ini dikelilingi pepohonan dan lahan luas. Mengingatkanku pada kampung halaman, Toba Holbung. Disana aku lahir dan tumbuh diantara alam dan keheningan yang sekarang tak lagi serupa warna dan wanginya.  Alam kedua tempat ini memang berbeda, tetapi kadang-kadang ada saja hal yang membuat kita merindukan tempat dimana hati kita pernah menyebut tempat tersebut rumah.  This is the backyard view in the fog Orang-orang disana berjuang dari matahari terbit hingga matahari tenggelam demi mencukupi kehidupan sehari-hari. Segala bentuk aktivitas sangat bernilai. Mengumpulkan kayu kering dan menjunjungnya pulang dikepala, memetik buah harimonting dari hutan sehingga bisa dikeringkan dan dijual, menanam padi sendiri dan membantu petani lain, menanam jahe, jagung, kacang, tomat, cabai dan seterusnya, menjual ikan, memanen padi sendiri dan orang lain, dan berlanjut sampai seterusnya dan setiap hari.....