Duh, kenyang sekali rasanya sampe sulit berjalan. Haha! Tadi setelah janji temu dengan dokter aku makan siang dengan Rikard. Karna kantornya tidak jauh dari pusat kesehatan ini jadi kami sepakat makan siang bersama di restauran khas Thailand. Makanan yang cukup enak dan porsi menggunung itu bikin malas gerak setelah kekenyangan. :D Jadi aku ke perpustakaan kota untuk menghabiskan waktu. Ada banyak sekali perubahan di 2025! Pertama, setelah berhasil membaca banyak buku tahun lalu, rasanya aku bangga sama diriku. Tahun ini aku tidak sering baca tapi ada tumpukan buku yang aku beli untuk dibaca. Sekarang aku punya pekerjaan juga sehingga motivasi untuk membaca pun berkurang. Tapi setidaknya emosionalku lebih stabil setelah memiliki pekerjaan dan self awareness. Ditambah kunjungan ke psikolog juga membantu untuk mengenali perubahan-perubahan ketidakstabilan emosi dan kekhawatiranku. Lebih lega bisa menerima keadaan sekarang. Ini kali pertama aku konsultasi dengan ps...
Kelopak-kelopak bunga Cherry berjatuhan dan menutupi permukaan tanah. Cantik sekali dipandang saat berjalan diatasnya. Apalagi saat angin berhembus dan beberapa kelopak beterbangan diudara, ada keindahan yang membuat hati ikut berbunga. Aku sedang duduk di koridor gedung sekolahku dengan punggung menghadap jendela-jendela besar besar. Aku bisa melihat pohon Cherry dari atas sini. Angin sepoi-sepoi diluar membuat kelopak-kelopak berwana merah muda itu seperti kupu-kupu menari. Punggungku mulai memanas dengan sinar matahari langsung menyinari menembus kaca. Indah sekali cuaca hari ini. Besok ada ujian bahasa Inggris, kemudian bahasa Swedia lagi hari Jumat. Banyak sekali yang membuat aku sedikit tegang, karena aku belum belajar mata pelajaran IPA sedangkan ujian dalam seminggu lagi. Sebenarnya pelajarannya mudah, hanya saja aku belum memiliki level bahasa ilmiah yang baik untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan esai. Tapi Rikard bilang kalau aku pasti bisa! He is just super suppor...
Pagi tadi kabut disekitar rumah memberikan rasa seperti ethereal scene. Apalagi rumah ini dikelilingi pepohonan dan lahan luas. Mengingatkanku pada kampung halaman, Toba Holbung. Disana aku lahir dan tumbuh diantara alam dan keheningan yang sekarang tak lagi serupa warna dan wanginya. Alam kedua tempat ini memang berbeda, tetapi kadang-kadang ada saja hal yang membuat kita merindukan tempat dimana hati kita pernah menyebut tempat tersebut rumah. This is the backyard view in the fog Orang-orang disana berjuang dari matahari terbit hingga matahari tenggelam demi mencukupi kehidupan sehari-hari. Segala bentuk aktivitas sangat bernilai. Mengumpulkan kayu kering dan menjunjungnya pulang dikepala, memetik buah harimonting dari hutan sehingga bisa dikeringkan dan dijual, menanam padi sendiri dan membantu petani lain, menanam jahe, jagung, kacang, tomat, cabai dan seterusnya, menjual ikan, memanen padi sendiri dan orang lain, dan berlanjut sampai seterusnya dan setiap hari.....
Komentar
Posting Komentar