Postingan

Anak dan kehilangan diri

Gambar
 Kemarin, tepat 6 bulan yang lalu Björn lahir. Sehat. Tersayang. Beautiful baby being.   Sekarang dia sudah berceloteh banyak dan sudah memiliki karakter. Dia sering memperhatikan raut wajahku dan pappanya, lalu kadang-kadang ikut tertawa ketika kami tertawa. Momen seperti ini sangat sangat berharga.  Menjadi ibu selama  6 bulan ini banyak tantangan, banyak hal yang menyadarkanku sebagai manusia. Diawal kelahiran Björn aku sangat rindu inong, ingin pulang ke Indonesia dan bisa peluk inong. Tapi hanya bisa menangis lewat WhatsApp dan bilang terima kasih melalui layar. Kemudian, tantangannya menjadi ibu itu bukan hanya disaat kehamilan dan melahirkan saja, tapi juga menyusui lalu bersedia kehilangan diri sendiri, tidur, dan kebebasan. Tentu menjadi orang tua adalah pilihan yang mantab dan merupakan tanggung jawab, tapi ketika harus kehilangan diri adalah the hardest battle between motherhood and your sanity. Every single day you look beaten, faint, dull and insane. You...

Memaafkan tanpa melupakan

Gambar
 Duh, kenyang sekali rasanya sampe sulit berjalan. Haha!  Tadi setelah janji temu dengan dokter aku makan siang dengan Rikard. Karna kantornya tidak jauh dari pusat kesehatan ini jadi kami sepakat makan siang bersama di restauran khas Thailand. Makanan yang cukup enak dan porsi menggunung itu bikin malas gerak setelah kekenyangan. :D Jadi aku ke perpustakaan kota untuk menghabiskan waktu.   Ada banyak sekali perubahan di 2025! Pertama, setelah berhasil membaca banyak buku tahun lalu, rasanya aku bangga sama diriku. Tahun ini aku tidak sering baca tapi ada tumpukan buku yang aku beli untuk dibaca. Sekarang aku punya pekerjaan juga sehingga motivasi untuk membaca pun berkurang.  Tapi setidaknya emosionalku lebih stabil setelah memiliki pekerjaan dan self awareness. Ditambah kunjungan ke psikolog juga membantu untuk mengenali perubahan-perubahan ketidakstabilan emosi dan kekhawatiranku. Lebih lega bisa menerima keadaan sekarang. Ini kali pertama aku konsultasi dengan ps...

Desember

Gambar
 Winter is here!  Morning dew on frozen grass Hari ini ulang tahun inong (ibu dalam bahasa Batak). Tapi aku sedang marah dengannya. Rasa bergejolak seakan-akan aku harus merasa bersalah karena jengkel dan marah. Terkadang orang tua yang toxic ini membuatku menyalahkan diriku sendiri, padahal bertahan dan memaafkan perlakuan mereka membuat kesehatan emosionalku memburuk. Apapun yang kulakukan tak pernah cukup hebat, tidak ada apa-apanya,  mereka selalu mengecilkan semua yang aku lakukan. Walaupun secara finansial aku tidak mengirim banyak, tapi aku selalu berusaha membantu dan bahkan menyekolahkan adikku, membantu kakakku, dan biaya-biaya mendadak lainnya.  Kali ini benar-benar hancur hatiku. Lelah! Mau ku adukan kemana?  Dari sejak kecil sudah hidup berjuang sendiri, tidak pernah mengadu ke mereka, bahkan pernah saat hidupku hampir berakhir didunia ini tak ku adukan ke mereka. Amarahku sudah seperti gunung, ingin mengeluarkan lavanya karna tidak kuat lagi bertah...

Pikiran yang sibuk

Musim sudah berganti lagi. Dedaunan diluar sudah menguning dan bahkan memerah. Beberapa sudah berjatuhan. Sekarang mood musim dingin akan kembali lagi. Lucunya, pohon-pohon akan seperti bertelanjang tanpa daun-daun sedangkan orang-orang berpakaian tebal dan berlapis-lapis. Beberapa jenis burung akan bermigrasi ke Selatan, bahkan ke benua Afrika. Ya, sejauh itu! Sekolah tidak semenarik dan menantang lagi bagiku. Aku ingin bekerja saja! Bekerja di hotel selama musim panas tidak cukup. Aku masih harus membiayai adik sekolah, membantu kakak dengan sewa rumah, ditambah uang bulanan untuk mama. Kepalaku suka bertarung dengan keadaan, dengan pikiran-pikiran yang menguras tenaga. Belajar bahasa Swedia lumayan menyenangkan, aku bisa bercanda dengan keluarga suami, aku bisa mandiri saat diluar, dan bisa mengatasi hal-hal lain dengan kemampuan bahasa ini. Tapi untuk mencari pekerjaan sendiri, aku belum mampu mengatasi ketidak percaya diri-an ku.  Aku bangga bisa membaca banyak  buku...

A world full of wonders

Gambar
Kelopak-kelopak bunga Cherry berjatuhan dan menutupi permukaan tanah. Cantik sekali dipandang saat berjalan diatasnya. Apalagi saat angin berhembus dan beberapa kelopak beterbangan diudara, ada keindahan yang membuat hati ikut berbunga.  Aku sedang duduk di koridor gedung sekolahku dengan punggung menghadap jendela-jendela besar besar. Aku bisa melihat pohon Cherry dari atas sini. Angin sepoi-sepoi diluar membuat kelopak-kelopak berwana merah muda itu seperti kupu-kupu menari. Punggungku mulai memanas dengan sinar matahari langsung menyinari menembus kaca. Indah sekali cuaca hari ini.  Besok ada ujian bahasa Inggris, kemudian bahasa Swedia lagi hari Jumat. Banyak sekali yang membuat aku sedikit tegang, karena aku belum belajar mata pelajaran IPA sedangkan ujian dalam seminggu lagi. Sebenarnya pelajarannya mudah, hanya saja aku belum memiliki level bahasa ilmiah yang baik untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan esai. Tapi Rikard bilang kalau aku pasti bisa! He is just super suppor...

Berpengaruh kah pilihan kecil kita dalam hidup?

Akhirnya aku bisa bernapas lega karena presentasi ujian nasional bahasa Swedia sudah selesai. Presentasiku berjalan lancar dan yang paling penting itu presentasiku bisa menggugah cara pandang audiens. Itulah tujuan sebenarnya! Tema ujian kali ini adalah tentang pilihan kecil dan besar dalam gaya hidup dan bagaimana hubungan kita terhadap setiap pilihan dan kesulitan-kesulitan. Aku sendiri menggunakan kopi sebagai contoh dengan judul Gör våra små val skillnad? atau dengan terjemahan "Apakah pilihan-pilihan kecil kita membawa perbedaan".  Setiap peserta ujian hanya diberikan waktu 5 menit untuk berbicara. Walaupun sedikit grogi tapi aku bisa menyampaikan pesan dari topikku. Setelah presentasi berakhir, audiens saling berbicara dan menyampaikan kalau mereka mengkonsumsi kopi yang bersertifikasi berkelanjutan.  Saat presentasi aku menyampaikan kalau produksi kopi sebenarnya telah meningkat 60 % dalam kurun waktu 30 tahun, dalam artian bahwa banyak negara-negara dengan konsums...

Transisi hidup

Gambar
Halo April! 😃 Bunga-bunga sudah bangun dari tidur yang panjang. Tunas-tunas baru bermunculan di ranting-ranting dan pepohonan. Suhu cuaca pun sudah lebih hangat. Orang-orang juga terlihat lebih ceria. Bagaimana tidak, beberapa bunga-bunga penanda musim semi tiba sudah mekar dan langit lebih terang sampai pukul 6 petang.  Tadi aku main ke hutan dengan Sture walaupun hujan turun setelah tiba di hutan. Aku melihat-lihat pohon björk (pohon birch) yang sudah ditebang yang aku pikir bisa digunakan untuk membuat rak sepatu. Bisa saja beli di IKEA tapi aku kurang suka dengan pilihan yang ada saat ini.  Bulan tiga lalu aku tidak membaca buku, terlalu banyak tugas sekolah yang harus didahulukan. Walaupun sebenarnya itu bukan alasan yang tepat. Aku bahkan menghabiskan banyak waktu di TikTok. Sejujurnya, keputusan untuk melakukan sesuatu itu ditanganku. Tapi sekarang aku memulainya lagi. Kado natal dari Gunnar tahun lalu lumayan menarik. Judulnya Mio min Mio dari Astrid Lindgren. Penulis...