Menjadi Dewasa

Bertumbuh. Terlahir. Bernapas. Bertumbuh. Menjadi dewasa. 

Menjadi dewasa adalah fase pertumbuhan yang terkadang menakutkan. Segalanya ingin ku pelajari, juga ingin ku uraikan dengan segala pengetahuan yang ku tahu. Tapi sebanyak apa pun yang ku tahu, semakin sedikit kata yang mampu ku utarakan untuk menjelaskan yang ku pikirkan. Seakan aku sadar bahwa aku tidak tahu apa-apa. Dari pertanyaan sederhana hingga kompleks sekejap menjadi ruang gelap tanpa materi. Semakin jauh ilmu pengetahuan yang ku pelajari semakin besar ruang hitam itu menyedot semua yang kutahu menjadi ruang kosong. 

Menjadi dewasa itu melelahkan. Mendapatkan pendidikan tinggi. Mencari pekerjaan. Membangun keluarga. Bersosialisasi. Ada pula manusia-manusia yang menciptakan gagasan-gagasan umum tentang apa yang layak dan tidak layak, tentang apa yang lumrah dan ideal, dan tentang hal lainnya yang aku tidak mampu ungkapkan. Gagasan-gagasan itu kemudian mengiringi kehidupan sehari-hari sehingga orang-orang berusaha memenuhi kelayakan itu, kemudian hidup untuk meneruskan itu ke generasi berikutnya. 

Bertumbuh dewasa itu alamiah. Akan terjadi kepada setiap individu walaupun tidak semuanya akan menjadi matang. Ada orang-orang yang terlahir difabel, terlahir dengan penyakit, dan lain-lain.. Ada pula jiwa-jiwa yang hanya bertumbuh didalam rahim dan berhenti bernapas ketika terlahir. 

Sekarang aku sudah bertumbuh dewasa, tapi entah aku sudah menjadi dewasa, sudah menjadi matang..apa parameternya? Apakah aku harus menjadi bijak? Apakah aku harus manjadi mandiri? Apakah ruang kosong itu adalah tanda bahwa aku belum mencapai 'kedewasaan'?

Mungkin menjadi dewasa adalah proses menuju bijaksana, untuk mencapai tahap paling matang agar aku mampu mengisi ruang kosong itu sebagai sebuah ruang untuk tetap bertumbuh dan bernapas tanpa merasa sesak akan segala hal yang pernah ada disana. Untuk memberi ruang pada setiap pengalaman, pengetahuan dan kehidupan yang berdetak sejalan dengan ketukan detak jantung. 




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Memaafkan tanpa melupakan

A world full of wonders

Permulaan