Suara Pepohonan

Hari ini temperatur lebih hangat, +8 derajat. Setidaknya tangan tidak membeku saat aku dan Rikard berjalan diluar sore tadi. Angin diluar lumayan kencang, tapi tidak terlalu dingin.  Saat kami berjalan melalui hutan pinus, suara angin bergemuruh dari kejauhan seakan-akan berlari mengejar sesuatu diudara. Aku berhenti sejenak untuk mendengarkan, Rikard juga ikut mengehentikan langkahnya. 

"Pohon-pohon ini seperti sedang berbicara satu sama lain, seperti ada pesan besar yang ingin disampaikan dari kejauhan.", kataku sambil melihat ke udara. Pohon-pohon pinus disini sangat tinggi-tinggi dan lurus. 
"Ya! Mungkin.", jawab Rikard. 

Udara yang segar dan sejuk seakan-akan mengalir mengikuti aliran darah ke seluruh tubuhku. Tumbuh-tumbuhan disekitar hutan kehilangan daun-daun tapi sekilas terbesit kesadaran akan kehidupan. 

"Hanya alam yang mengajarkanku akan keberlangsungan hidup ini. Segalanya ada proses, berganti, dan berubah, namun hidup dan mati hanya bagian dari proses kehidupan ini. I just realized that!" Ujarku ke Rikard untuk memecah kesunyian. 

"Maksudku, kalau sekarang waktu terasa seperti berlalu cepat, seolah-olah tidak banyak hal yang terjadi dan kita tidak bisa melihat proses waktu berlalu. Kita hanya menjalani hari-hari kita, lalu tiba-tiba kita sudah ada di penghujung tahun." sambungku menjelaskan apa yang ku maksud.

"Ya, benar!", kami sambil melanjutkan jalur pejalan kaki yang membelah hutan pinus. "Aku setuju." tambahnya. 

Rikard memang begitu. Tidak banyak bicara. 

"Sekarang tumbuh-tumbuhan kering dan tidur panjang, kemudian akan bangun dan bersemi lagi, lalu akan berguguran pada musimnya, dan setiap siklus yang terjadi di alam adalah proses kehidupan yang mendasar dan lazim." sambungku melanjutkan buah pikiranku. 

Aku meraih tangan Rikard. Kami bergandeng tangan sepanjang jalan dengan buah-buah pikiran yang lain. Tapi pelajaran akan hidup terus tumbuh dan hadir. Suara pepohonan hari ini hanya bagian kecil dari kehidupan yang kujalani. However, I'm aware that every single thing in this world matters. 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Memaafkan tanpa melupakan

A world full of wonders

Permulaan