A world full of wonders

Kelopak-kelopak bunga Cherry berjatuhan dan menutupi permukaan tanah. Cantik sekali dipandang saat berjalan diatasnya. Apalagi saat angin berhembus dan beberapa kelopak beterbangan diudara, ada keindahan yang membuat hati ikut berbunga. 

Aku sedang duduk di koridor gedung sekolahku dengan punggung menghadap jendela-jendela besar besar. Aku bisa melihat pohon Cherry dari atas sini. Angin sepoi-sepoi diluar membuat kelopak-kelopak berwana merah muda itu seperti kupu-kupu menari. Punggungku mulai memanas dengan sinar matahari langsung menyinari menembus kaca. Indah sekali cuaca hari ini. 

Besok ada ujian bahasa Inggris, kemudian bahasa Swedia lagi hari Jumat. Banyak sekali yang membuat aku sedikit tegang, karena aku belum belajar mata pelajaran IPA sedangkan ujian dalam seminggu lagi. Sebenarnya pelajarannya mudah, hanya saja aku belum memiliki level bahasa ilmiah yang baik untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan esai. Tapi Rikard bilang kalau aku pasti bisa! He is just super supportiv and positive. 

Oh iya, bunga-bunga yang kami tanam tahun lalu sudah muncul. Ada grape hyacinth, tulip berbagai warna, daffodil, crocus, and some lily leek or something similar. Aku bahkan tidak kenal nama-nama bunga disini. Bagus sekali berbagai warna menghiasi pekarangan rumah. Musim semi ini memang indah sekali, membuat wajah orang-orang juga berubah. 
                                                                                

Kami juga sudah menyemai beberapa benih sayuran. Tahun ini banyak sayuran seperti bayam, wortel, timun, kacang panjang, pak choi, sawi putih, ...ada lagi cabai, daun bawang, jagung, kentang, stroberi, dan banyak lainnya.  
Ternyata dilahan yang hanya berukuran sekitar 3m x 2m itu bisa ditanami banyak sekali. Rikard lebih banyak menghabiskan waktunya berkebun daripada aku, tapi itu karena aku tidak suka berada diluar saat udara diluar sangat dingin. 

Bercocok tanam disini tidak semudah di Indonesia, apa yang disemai ditanah tumbuh saja. Kalau disini harus memikirkan nutrisi dan cuaca. Walaupun orang tuaku petani dan aku tidak sepenuhnya tumbuh besar bersama mereka, aku tidak banyak memahami cara berkebun. Aku memang suka tanam-menanam tapi cara disini sangat modern dan tidak perlu capek mencangkul seperti yang dilakukan orang-orang di kampung halaman. 

Malam ini akan ada bulan purnama seperti yang tertera di kalender. Tadi malam aku dan Rikard tidak bisa tidur, tapi itu biasa terjadi saat akan bulan purnama. Mungkin ini fenomena yang dialami banyak orang. Aku sangat suka melihat benda-benda langit. Seperti jiwaku merindukan dan mengenal mereka. Seperti aku memiliki hubungan yang sangat dekat dengan bulan, dengan, bintang-bintang, dengan planet-planet, dengan nebula... dengan semua yang ada di angkasa. What a world full of wonders we live in!
 
Sekarang aku sebaiknya pulang ke rumah karena baterai laptopku segera habis dan chargernya sedang tidak berfungsi. 

- O

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Memaafkan tanpa melupakan

Permulaan