Memaafkan tanpa melupakan

 Duh, kenyang sekali rasanya sampe sulit berjalan. Haha! 

Tadi setelah janji temu dengan dokter aku makan siang dengan Rikard. Karna kantornya tidak jauh dari pusat kesehatan ini jadi kami sepakat makan siang bersama di restauran khas Thailand. Makanan yang cukup enak dan porsi menggunung itu bikin malas gerak setelah kekenyangan. :D Jadi aku ke perpustakaan kota untuk menghabiskan waktu.


 


Ada banyak sekali perubahan di 2025! Pertama, setelah berhasil membaca banyak buku tahun lalu, rasanya aku bangga sama diriku. Tahun ini aku tidak sering baca tapi ada tumpukan buku yang aku beli untuk dibaca. Sekarang aku punya pekerjaan juga sehingga motivasi untuk membaca pun berkurang.  Tapi setidaknya emosionalku lebih stabil setelah memiliki pekerjaan dan self awareness. Ditambah kunjungan ke psikolog juga membantu untuk mengenali perubahan-perubahan ketidakstabilan emosi dan kekhawatiranku. Lebih lega bisa menerima keadaan sekarang.

Ini kali pertama aku konsultasi dengan psikolog untuk bercerita keluh kesah. Awalnya aku pesimis bisa terbuka, tapi Rikard selalu memberikan motivasi yang tepat supaya aku tidak mengkhawatirkan hal-hal diluar kontrolku. Dan benarlah dia, selalu! Batu-batu mengganjal didadaku terasa perlahan-lahan mengikis dan aku mulai lebih mengenali diri sendiri. 

Inong selalu bilang kalau aku itu ''si godang roha'' yang artinya *banyak hati*. Aku tidak terlalu mengerti maknanya, tapi mungkin yang dimaksud adalah karna aku selalu punya pemikiran sendiri dan tidak selalu mengikuti aturan-aturan yang lumrah diikuti. Aku membangkang dihati dan tidak terpengaruh dengan sekitar. Hanya buah pikir dan hatiku yang selalu menang. Karena itulah aku tidak suka berbicara, bercerita ke orang lain, atau bergaul dengan kebanyakan orang-orang. Hanya dengan orang-orang tertentu aku bisa terbuka dan banyak kata. 

Perlahan-lahan aku sekarang sudah tidak menyalahkan siapa pun dengan trauma-trauma masa kecil dan lalu. Aku yang selalu menyalahkan diri sendiri sekarang sudah memaafkan dan menerima, sedangkan hal-hal diluar kekuasaan dan kontrolku sudah ku serahkan ke alam semesta dan Sang Pencipta. Dan pelaku yg berbuat jahat dan berlaku buruk terhadapku sudah ku maafkan tanpa melupakan mereka. Aku sudah mulai berdamai dengan kejadian-kejadian suram yang merongrong disela-sela kehidupanku yang baik-baik saja. Tapi wajah-wajah yang melukai dan menyiksaku tidak akan pernah ku lupakan. 

Cuaca hari ini sangat cerah walaupun sedikit dingin. Semoga hari-hari yang akan datang akan lebih baik dari ini. : ) 
I'm proud of myself today! 


Cheers!
-O

Komentar

Postingan populer dari blog ini

A world full of wonders

Permulaan