Pikiran yang sibuk
Musim sudah berganti lagi. Dedaunan diluar sudah menguning dan bahkan memerah. Beberapa sudah berjatuhan. Sekarang mood musim dingin akan kembali lagi. Lucunya, pohon-pohon akan seperti bertelanjang tanpa daun-daun sedangkan orang-orang berpakaian tebal dan berlapis-lapis. Beberapa jenis burung akan bermigrasi ke Selatan, bahkan ke benua Afrika. Ya, sejauh itu!
Sekolah tidak semenarik dan menantang lagi bagiku. Aku ingin bekerja saja! Bekerja di hotel selama musim panas tidak cukup. Aku masih harus membiayai adik sekolah, membantu kakak dengan sewa rumah, ditambah uang bulanan untuk mama. Kepalaku suka bertarung dengan keadaan, dengan pikiran-pikiran yang menguras tenaga. Belajar bahasa Swedia lumayan menyenangkan, aku bisa bercanda dengan keluarga suami, aku bisa mandiri saat diluar, dan bisa mengatasi hal-hal lain dengan kemampuan bahasa ini. Tapi untuk mencari pekerjaan sendiri, aku belum mampu mengatasi ketidak percaya diri-an ku.
Aku bangga bisa membaca banyak buku tahun ini. Sekarang aku tidak perlu khawatir dengan harga buku seperti dulu. Bahkan banyak buku-buku di perpustakaan yang bisa dipinjam. Hanya saja, semakin banyak informasi yang ku baca, semakin sibuk pikiranku berpikir tentang kehidupan ini dan semesta alam. Ingin sekali rasanya memahami banyak hal, ingin menjalani banyak profesi.. sementara, hidup sekarang ditentukan banyak institusi. Belajar bertahun-tahun hanya untuk ditentukan kalau kita tidak punya tempat dimana pun yg kita mau. Contohnya belajar sampai umur 22 tahun di Indonesia untuk mendapatkan S1, saat mencari pekerjaan belum tentu diterima ditempat yang kita inginkan karena adanya kolusi dan nepotisme.
Di kehidupan yang cuma sekali ini, aku tidak bisa menjadi dokter, menjadi guru, menjadi ilmuwan.. Seharusnya, dengan waktu yang kumiliki bertahun-tahun, bisa belajar menjadi profesi-profesi itu. Tapi hidup ini sudah terstruktur oleh sistem-sistem yang dibangun manusia selama berabad-abad. Entah betul adanya reinkarnasi, aku ingin mengingat kehidupanku sebelumnya kalau ini bukan kehidupan pertamaku.
Waktu akan berubah tidak lama lagi. Pagi akan terasa lama karna diluar akan menjadi gelap lebih lama. Menarik sekali memikirkan aku sekarang menjalani hidup di era yang sangat maju, dengan teknologi yang mutakhir. Aku sedang dikelilingi ribuan buku yang ditulis orang-orang dari berbagai penjuru dunia. Hanya saja, jika aku punya segala waktu didunia, akan kubaca semua buku-buku ini. :D
Aaaahh, pikiranku yang sibuk dengan dunia dan semesta!
Will go home for now, I'm hungry that I could eat a whole cow!
Haha!
Komentar
Posting Komentar